:::: MENU ::::
  • ----

  • ----

  • ----.

Kamis, 27 Juli 2017

A.   Sejarah berdirinya Lembaga Pendidikan Yabes
            September 2011 adalah awalnya diadakan proses belajar mengajar khusus les bahasa Inggris di Tanjung Mulia.  Les Bahasa Inggris itu bernama Light Generation Course. Para peserta didik kebanyakan SD dan SMP.  Namun kami sangat sedih karena banyak peserta didik tidak membayar uang les. Akhirnya saya sendiri yang mengajar karena tidak sanggup membayar guru lain dan mayoritas  peserta didik  yang saya ajari adalah  kelas 1 SD (Sekolah dasar) hingga kelas 3 SD (sekolah dasar), dan mereka ingin belajar bahasa Inggris. Namun ketika mereka mulai masuk belajar, ternyata mereka belum mengenal huruf dengan baik sehingga Light generation membuka les baca tulis. Tanpa disadari sangat banyak pesera didik yang mengikuti les tersebut. Disamping mengadakan proses belajar mengajar saya juga mengadakan  kegiatan seperti Ibadah dan perayaan ulang tahun.
            Februari 2012, saya membuat satu kegiatan perayaan ulang tahun, disela-sela kegiatan tersebut saya mengadakan interview dengan beberapa anak. Kelak mereka mau jadi apa setelah besar, namun jawaban dari anak-anak itu membuat saya terpukul karena mereka hanya ingin menjadi tukang botot seperti orang tua mereka, dimana pagi dapat mencari nafkah dan malam sudah dapat membeli makanan untuk malam hari. Dalam hal ini saya menagis kepada Tuhan. Tuhan kenapa seperti ini? Saya pun coba berbagi kepada mereka bahwa kita harus punya impian yang lebih baik.
            Pertengahan April, saya mempunyai siswa yang tidak membayar uang les sudah 3 bulan, tapi anak ini sangat rajin, dengan rasa terpaksa saya mencari rumahnya untuk meminta uang les kepada orangtuanya. Alangkah terkejutnya saya melihat rumahnya yang mau ambruk, dan mereka ada 6 bersaudara, mereka hanya makan nasi putih dan indomie, saya sangat terpukul melihat keadaan itu.
            Sedaya mampu saya membantu anak-nak itu, dan saya arahkan untuk masuk di gereja-gereja terdekat. Anak-anak itu sangat suka ibadah dan bermain. Saya pun hanya bisa berdoa. Saya juga guru sekolah minggu jadi saya minta mereka datang kegereja setiap hari minggu. Saya sangat senang melihat mereka, mereka kelihatan lebih bergairah sedikit. Hidup mereka yang suka bicara kotor agak berkurang sedikit.
            Orangtua anak-anak yang belajar les baca tulis mengobrol dengan saya dan mengusulkan untuk membuka TK “Taman kanak-kanak”. Saya doakan dan berdiskusi di radio salah satu radio yaitu radio narwastu. Tanpa saya duga ada yang merespon dan mendatangi tempat saya mengajar les, untuk memberikan nama lembaga tersebut  yaitu YABES.  Saya pun bergumul   kepada Tuhan dan merasa damai sejahtera  untuk berbagi di Tanjung Mulia dan  mau menjadi berkat khususnya bagi anak-anak yang tidak mendapat kasih sayang di rumah. Saya sangat  rindukan anak-anak ini mempunyai masa depan yang baik, dan pola pikir yang benar serta mempunyai pengharapan.
 Ekonomi di Tanjung Mulia tergolong sangat lemah “Dibawah rata-rata” jadi kebanyakan anak-anak terabaikan dan tidak mendapat hak yang selayaknya seorang anak  baik dalam teladan dari orang tua, gizi, kasih sayang, dan motivasi. Mereka hanya tumbuh dan bisa melanjutkan hidup.  Orang tua juga banyak yang bekerja sepanjang hari di luar dimana mereka kerja sebagai tukang botot, yang bekerja mulai dari pagi hari sampai malam.
             Awalnya saya tidak mengetahui secara detail tentang Yabes, seiring waktu berjalan saya mendengar ada Doa Yabes dan saya berusaha untuk mencari tahu makna dari Yabes. Ternyata Yabes adalah berawal dari kesakitan dan melalui doa akan terjadi  kemenangan, penyertaan dan pemulihan sehingga menjadi orang yang sangat diberkati  oleh Tuhan dan bisa menjadi berkat bagi semua orang. Yabes adalah memiliki sikap yang sungguh-sungguh dan tidak mau menyerah. Kami yakin anak-anak Tanjung mulia akan mempunyai masa depan ketika mereka mau bersungguh-sungguh sekalipun hidupnya  sepertinya tidak ada pengharapan, namun ketika mereka mau belajar,  menghargai apa yang mereka miliki dan mengandalkan Tuhan  maka anak-anak ini akan tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa. even though  Sorrow looks back, worry looks around, but faith looks up.

            Berkat pertolongan Tuhan, Yabes berjalan July 2012 dan kami yakin semuanya anugerah dari Tuhan, dan kami  melayani anak-anak dan semua kami lakukan karena kasih. Kasih akan membawa kemenangan dan suka cita yang berlimpah-limpah. Guru-guru yang melayani juga, melayani dengan kasih dan benar-benar memiliki hati ingin membantu anak-anak. Saya sangat  yakin bahwa pendidikan itu dapat membantu anak-anak dilingkungan tanjung mulia dan mereka pasti berhasil. 

1 komentar:

A call-to-action text Contact us