A. Sejarah berdirinya Lembaga
Pendidikan Yabes
September
2011 adalah awalnya diadakan proses belajar mengajar khusus les bahasa Inggris
di Tanjung Mulia. Les Bahasa Inggris itu
bernama Light Generation Course. Para peserta didik kebanyakan SD dan SMP. Namun kami
sangat sedih karena banyak peserta didik tidak membayar uang les. Akhirnya saya
sendiri yang mengajar karena tidak sanggup membayar guru lain dan mayoritas peserta didik yang saya ajari
adalah kelas 1 SD (Sekolah dasar) hingga kelas 3 SD (sekolah dasar), dan mereka ingin
belajar bahasa Inggris. Namun ketika mereka mulai masuk belajar, ternyata
mereka belum mengenal huruf dengan baik sehingga Light generation membuka les
baca tulis. Tanpa disadari sangat banyak pesera didik yang mengikuti les tersebut.
Disamping mengadakan proses belajar mengajar saya juga mengadakan kegiatan seperti Ibadah dan perayaan ulang tahun.
Februari 2012, saya membuat satu
kegiatan perayaan ulang tahun, disela-sela kegiatan tersebut saya mengadakan
interview dengan beberapa anak. Kelak mereka mau jadi apa setelah besar, namun
jawaban dari anak-anak itu membuat saya terpukul karena mereka hanya ingin
menjadi tukang botot seperti orang tua mereka, dimana pagi dapat mencari nafkah
dan malam sudah dapat membeli makanan untuk malam hari. Dalam hal ini saya
menagis kepada Tuhan. Tuhan kenapa seperti ini? Saya pun coba berbagi kepada
mereka bahwa kita harus punya impian yang lebih baik.
Pertengahan April, saya mempunyai
siswa yang tidak membayar uang les sudah 3 bulan, tapi anak ini sangat rajin,
dengan rasa terpaksa saya mencari rumahnya untuk meminta uang les kepada
orangtuanya. Alangkah terkejutnya saya melihat rumahnya yang mau ambruk, dan
mereka ada 6 bersaudara, mereka hanya makan nasi putih dan indomie, saya sangat
terpukul melihat keadaan itu.
Sedaya mampu saya membantu anak-nak
itu, dan saya arahkan untuk masuk di gereja-gereja terdekat. Anak-anak itu
sangat suka ibadah dan bermain. Saya pun hanya bisa berdoa. Saya juga guru
sekolah minggu jadi saya minta mereka datang kegereja setiap hari minggu. Saya
sangat senang melihat mereka, mereka kelihatan lebih bergairah sedikit. Hidup
mereka yang suka bicara kotor agak berkurang sedikit.
Orangtua anak-anak yang belajar les baca tulis
mengobrol dengan saya dan mengusulkan untuk membuka TK “Taman kanak-kanak”.
Saya doakan dan berdiskusi di radio salah satu radio yaitu radio narwastu.
Tanpa saya duga ada yang merespon dan mendatangi tempat saya mengajar les,
untuk memberikan nama lembaga tersebut
yaitu YABES. Saya
pun bergumul kepada Tuhan
dan merasa damai sejahtera untuk berbagi di Tanjung Mulia dan mau menjadi
berkat khususnya bagi anak-anak yang tidak mendapat kasih sayang di rumah. Saya sangat rindukan anak-anak ini mempunyai masa depan
yang baik, dan pola pikir yang benar serta mempunyai pengharapan.
Ekonomi di Tanjung Mulia tergolong sangat
lemah “Dibawah rata-rata” jadi kebanyakan anak-anak terabaikan dan tidak
mendapat hak yang selayaknya seorang anak
baik dalam teladan dari orang tua, gizi, kasih sayang, dan motivasi. Mereka hanya tumbuh dan bisa
melanjutkan hidup. Orang tua juga banyak
yang bekerja sepanjang hari di luar dimana mereka kerja sebagai tukang botot,
yang bekerja mulai dari pagi hari sampai malam.
Awalnya
saya tidak mengetahui secara detail tentang Yabes, seiring waktu berjalan saya
mendengar ada Doa Yabes dan saya berusaha untuk mencari tahu makna dari Yabes.
Ternyata Yabes adalah berawal dari kesakitan dan melalui doa
akan terjadi kemenangan, penyertaan dan
pemulihan sehingga menjadi orang yang sangat diberkati oleh Tuhan dan bisa menjadi berkat bagi semua
orang. Yabes adalah memiliki sikap yang sungguh-sungguh dan tidak mau menyerah.
Kami yakin anak-anak Tanjung mulia akan mempunyai masa depan ketika mereka mau
bersungguh-sungguh sekalipun hidupnya
sepertinya tidak ada pengharapan, namun ketika mereka mau belajar, menghargai apa yang mereka miliki dan mengandalkan Tuhan maka anak-anak ini akan tumbuh menjadi
anak-anak yang luar biasa. even though
Sorrow looks back, worry looks around, but faith looks up.
Berkat
pertolongan Tuhan, Yabes berjalan July 2012 dan kami yakin semuanya anugerah
dari Tuhan, dan kami melayani anak-anak
dan semua kami lakukan karena kasih. Kasih akan membawa kemenangan dan suka
cita yang berlimpah-limpah. Guru-guru yang melayani juga, melayani dengan kasih
dan benar-benar memiliki hati ingin membantu anak-anak. Saya sangat yakin bahwa
pendidikan itu dapat membantu anak-anak dilingkungan tanjung mulia dan mereka
pasti berhasil.



Thanks
BalasHapus